SHARE

Kemdikbudristek Gaungkan Semangat Inklusivitas di Hari Disabilitas Internasional 2023

CARAPANDANG - 

Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2023, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), menggaungkan semangat inklusivitas (kesetaraan gender dan disabilitas) melalui Temu Sahabat Karakter dengan tema "United in Action to Rescue and Achieve the SDGs for, with and by persons with Disabilities".

Saat ini, lebih dari 36.000 satuan pendidikan di Indonesia telah menyelenggarakan pendidikan inklusif.

Kepala Puspeka, Rusprita Putri Utami, menjelaskan penyelenggaraan pendidikan inklusif berupaya mewujudkan akses setara di bidang pendidikan.

Hal ini diatur ke dalam UUD 1945 Pasal 28H ayat (2) yang menyebutkan setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. Sehingga, lanjut Rusprita, kegiatan Temu Sahabat Karakter berupaya untuk menggaungkan semangat inklusivitas.

“Melalui kegiatan Temu Sahabat Karakter hari ini, kami mengajak Bapak, Ibu, adik-adik semua untuk bergerak bersama dalam menggaungkan inklusivitas,” ungkapnya, Minggu (3/12).

“Mari, kita jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk menegaskan kepedulian dan solidaritas dalam meletakkan prinsip dasar inklusivitas yaitu No One Left Behind,” lanjutnya.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional, ujar Rusprita, merupakan bentuk pengakuan seluruh masyarakat di dunia terhadap penyandang disabilitas, peneguhan komitmen seluruh bangsa, dan membangun kepedulian guna mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan teman-teman disabilitas.

Rusprita mengajak para peserta untuk turut menerapkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila guna mewujudukan iklim inklusivitas. "Mari bersama mewujudkan iklim inklusivitas bagi teman-teman disabilitas dengan membangun karakter kita melalui perwujudan Profil Pelajar Pancasila,” terang Rusprita. Komisi Nasional Disabilitas (KND), Kikin Tariban turut menghadiri perhelatan ini.

Ia mengapresiasi terhadap upaya kolaborasi untuk penguatan karakter bagi para pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk para penyandang disabilitas. “Perlu disadari dan dipahami makna Hari Disabilitas Internasional sebenarnya adalah saat di mana kita secara sadar sudah memberikan dan mengakui hak-hak para penyandang disabilitas,” tegas Kikin.

Halaman :
Tags
SHARE